BPBD Bondowoso Gelar Program Desa Tangguh Bencana Tahun 2026 di Tiga Desa
Bondowoso — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso melaksanakan Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Tahun 2026 di tiga wilayah desa, yakni Desa Binakal Kecamatan Binakal, Desa Mengen Kecamatan Tamanan, dan Desa Traktakan Kecamatan Wonosari. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi potensi ancaman bencana di wilayah masing-masing.
Pelaksanaan program DESTANA tersebut berlangsung selama kurang lebih lima hari di masing-masing desa dengan melibatkan sekitar 30 peserta per desa yang terdiri dari unsur perangkat desa, relawan, tokoh masyarakat, karang taruna, hingga perwakilan kelompok masyarakat lainnya. Dalam kegiatan ini, BPBD Bondowoso menghadirkan fasilitator Desa Tangguh Bencana yang telah terakreditasi oleh Sekretariat Nasional, sehingga materi dan metode pelaksanaan dapat berjalan sesuai standar nasional kebencanaan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi terkait kebencanaan, mulai dari pengenalan potensi ancaman bencana di wilayah desa, penyusunan peta risiko bencana, perencanaan evakuasi mandiri, penguatan kapasitas relawan desa, hingga simulasi penanganan keadaan darurat. Selain itu, peserta juga diajak melakukan diskusi partisipatif untuk mengidentifikasi kerentanan serta potensi sumber daya yang dimiliki desa dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana.
Program ini bertujuan untuk membangun kemandirian masyarakat desa dalam menghadapi ancaman bencana melalui peningkatan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kemampuan penanggulangan bencana berbasis komunitas. Dengan adanya program DESTANA, masyarakat diharapkan mampu mengenali risiko bencana sejak dini serta memiliki sistem penanganan yang terstruktur dan terorganisir di tingkat desa.
Adapun output dari kegiatan ini diantaranya terbentuknya dokumen kajian risiko bencana desa, peta rawan bencana, rencana kontinjensi desa, struktur organisasi relawan atau forum pengurangan risiko bencana desa, serta meningkatnya kapasitas masyarakat dalam melakukan mitigasi dan respon cepat saat terjadi bencana. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan stakeholder terkait dalam menciptakan desa yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.
BPBD Bondowoso berharap melalui Program Desa Tangguh Bencana Tahun 2026 ini, ketiga desa tersebut dapat menjadi contoh penguatan kapasitas masyarakat berbasis desa dalam mendukung terciptanya ketahanan wilayah terhadap bencana secara berkelanjutan