RAKOR KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI KABUPATEN BONDOWOSO TAHUN 2026
Bondowoso - Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bondowoso sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Rakor yang dilaksanakan di Sabha Bina Praja tersebut dihadiri para Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Bondowosorelawan kebencanaan, perwakilan dunia usaha dan organisasi masyarakat.
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD, melainkan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Bondowoso memiliki potensi ancaman banjir, tanah longsor, angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang, terutama pada wilayah perbukitan dan daerah aliran sungai.
“Koordinasi harus diperkuat, respons harus cepat, dan mitigasi harus dilakukan sejak dini. Jangan menunggu kejadian baru bergerak,” tegasnya.
Sekda juga menginstruksikan kepada seluruh Camat untuk melakukan pemetaan wilayah rawan, memastikan kesiapan aparatur desa, serta mengaktifkan kembali posko siaga di tingkat kecamatan. Selain itu, OPD teknis diminta memastikan kesiapan sarana prasarana, termasuk alat berat, logistik, dan dukungan pelayanan kesehatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso dalam paparannya menyampaikan langkah-langkah strategis yang telah disiapkan, antara lain pemutakhiran data risiko bencana, penguatan sistem peringatan dini, peningkatan kapasitas relawan, serta penyiapan buffer stock logistik kebencanaan.
Rakor ini juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, menjaga kebersihan lingkungan, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi meningkatkan risiko bencana.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.