Jembatan Penghubung Desa Leprak–Wonoboyo Longsor, Akses Roda Empat Terputus

Jembatan penghubung antara Desa Leprak dan Desa Wonoboyo dilaporkan mengalami longsor pada Selasa, 13 Januari 2026. Kejadian tersebut dipicu oleh derasnya aliran sungai serta tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Jembatan tersebut sebelumnya diketahui pernah terdampak bencana banjir bandang pada tahun 2025, sehingga kondisi tanah dan struktur di sekitar jembatan menjadi rentan. Akibat longsor yang terjadi, bagian oprit jembatan mengalami kerusakan dan menyebabkan kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Sementara itu, akses masih dapat dilewati secara terbatas oleh kendaraan roda dua dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Pada peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, gangguan terhadap aktivitas dan mobilitas masyarakat antar desa tidak dapat dihindari, terutama dalam distribusi logistik dan akses pelayanan masyarakat.

Sebagai langkah penanganan awal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah turun ke lokasi untuk melakukan assessment bersama Koramil Klabang, Pemerintah Desa Wonoboyo, Pemerintah Kecamatan Klabang, organisasi relawan Brigade Penolong 13.11, serta Pemerintah Desa Leprak. Selain melakukan pendataan dan kajian awal, pemasangan safety line juga telah dilakukan guna mengamankan area terdampak dan mencegah terjadinya kecelakaan.

Hingga saat ini, koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk menyiapkan langkah penanganan lanjutan agar akses penghubung antar desa dapat segera ditangani dan kembali berfungsi secara aman.

Share Berita Ini