Tingkatkan Kesiapsiagaan Menghadapi Kedaruratan, BPBD Bondowoso Bentuk Rumah Sakit Aman Bencana (RSAB) di RSUD dr. H. Koesnadi
BONDOWOSO – Langkah nyata dalam memperkuat ketahanan infrastruktur kritis dan fasilitas pelayanan kesehatan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso. Bertempat di Aula Puspa Indah, RSUD H. Koesnadi, Kelurahan Badean, BPBD secara resmi melaksanakan agenda pembentukan Rumah Sakit Aman Bencana (RSAB).
Kegiatan strategis ini dirancang sebagai bentuk kesiapsiagaan preventif dan struktural medis guna mengantisipasi berbagai potensi indeks risiko bencana di Kabupaten Bondowoso. Berdasarkan dokumen kajian kebencanaan daerah, Kabupaten Bondowoso memiliki beberapa klaster ancaman bencana alam yang membutuhkan kesiapan fasilitas medis tingkat lanjut, antara lain:
-
Ancaman Aktivitas Tektonik dan Sesar Aktif: Potensi bahaya gempa bumi tektonik maupun vulkanik yang berada pada kelas kerawanan sedang, di mana penguatan struktural bangunan rumah sakit menjadi hal yang mutlak dilakukan agar tetap kokoh berdiri saat terjadi guncangan.
-
Potensi Erupsi Gunung Api Aktif: Kesiapan menghadapi dampak sekunder dari aktivitas vulkanik, seperti ancaman paparan abu atau kedaruratan medis akibat aktivitas Gunung Raung yang secara administratif jalurnya berada di wilayah Bondowoso.
-
Risiko Banjir Bandang Tingkat Tinggi: Mitigasi penanganan korban massal jika terjadi luapan air atau banjir bandang dari wilayah hulu sungai, seperti kawasan DAS hulu ijen maupun wilayah Kecamatan Bondowoso itu sendiri.
Oleh karena itu, rangkaian kegiatan pembentukan RSAB di RSUD H. Koesnadi difokuskan pada beberapa poin instrumen penilaian dan penguatan kapasitas, yaitu:
-
Peningkatan Kapasitas SDM Medis dan Non-Medis: Memberikan pembekalan paradigma penanggulangan bencana dari yang semula responsif (bertindak hanya saat bencana terjadi) menjadi paradigma preventif-kesiapsiagaan. Petugas rumah sakit dilatih untuk memahami manajemen risiko dan triase kedaruratan prabencana hingga pascabencana.
-
Penyusunan Rencana Kontingensi Medis Internal: Merumuskan strategi komando darurat, sistem informasi, alur komunikasi real-time, serta mobilisasi sumber daya kedokteran agar pelayanan kesehatan esensial tidak lumpuh ketika terjadi bencana.
-
Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Evakuasi: Menetapkan jalur evakuasi yang aman, penentuan titik kumpul, serta mekanisme penyelamatan pasien rentan (pasien ICU, bayi, dan pasca-operasi) tanpa diskriminasi guna memprioritaskan keselamatan jiwa.
Melalui pembentukan RSAB ini, RSUD H. Koesnadi diharapkan tidak hanya sekadar menjadi tempat perawatan medis biasa, melainkan bertransformasi menjadi sebuah fasilitas kesehatan yang tangguh, adaptif, serta tetap mampu beroperasi secara mandiri dan berkelanjutan di tengah situasi krisis maupun kegawatdaruratan bencana.